Home / Tangerang / ​Polres Tangsel Berhasil Amankan Ratusan Kilogram Bahan Pembuat Petasan 

​Polres Tangsel Berhasil Amankan Ratusan Kilogram Bahan Pembuat Petasan 

Kepolsian negara Republik Indonesia dari Polresta Tangerang, Satuan Resmob Tim Vipers Polres Tangerang Selatan, berhasil mengamankan seseorang inisial UD (35), seorang pelaku pembuat petasan tanpa legalitas yang sah, beserta barang bukti berupa petasan di sebuah Rumah, oleh anggota gabungan 2 Unit (IV [Wasendak] dan VI [Kamneg]) Sat Intelkam Polres Tangerang Selatan, Selasa (19/12/2017).Pengrebekan berlangsung di Jl. Sektor 1, Kelurahan Rengas, Kecamatan Ciputat timur, Kota, Tangerang Selatan.

Selain berhasil mengamankan UD (45), Polisi juga berhasil menyita barang bukti (BB) berupa, 4 Gulungan Petasan ukuran Besar, 67 Gulungan Petasan ukuran Kecil, 5 Petasan Ukuran Besar, Selongsong Petasan sebanyak 5 Dus dan 1 Karung, Sumbu Petasan 2 Ikat, Kertas Koran untuk Gulung 1 Bendel, Belerang, Potasium, Bron/wetasium, Arang.

Barang sitaan tersebut langsung dilakukan Disposal atau pemusnahan oleh Jibom Gegana korps Brimob Polri di Mako Polres Tangsel, Kapolres Tangsel AKBP Fadli Widiyanto mengatakan, pengamanan dalam rangka antisipasi hari raya Natal dan Tahun Baru. Bahan mercon yang disita masuk barang sangat berbahaya.

“Dari hasil operasi yang kita laksanakan dalam waktu tiga hari, kita telah berhasil mengamankan dari tiga lokasi yakni Pagedangan, Kelapa Dua gading Serpong dan Ciputat Timur. Hasilnya mengamankan lebih dari 100 kilo bahan baku untuk membuat petasan mercon, serta yang sudah jadi sebanyak 4.000 mercon. Juga diamankan dua pelaku dan salah satu nya sudah terbiasa membuat sejak tahun 2001,” ungkap Kapolres.

Dikatakan oleh kapolres Tangsel, bahwa banyak pembuat petasan adalah home industri yang Keahliannya sudah turun-temurun.

Petasan yang sudah jadi dijual di wilayah Tangsel,Tangerang Kota dan Parung Bogor. Kapolres mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membeli maupun membawa petasan karena hukumannya sama.

“Kedua pelaku diancam pasal 1 ayat (1) dan ayat (3) UU darurat nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara atau seumur hidup,” ungkapnya. (Tina)

0Shares

Comments

comments

Check Also

Maka penimbunan kekayaan itu akan menimbulkan perpecahan diantara rakyat , sebaliknya nya tersebarnya kekayaan akan menyatukan rakyat.

Rilisnews Tangerang – Hari Raya Imlek merupakan perayaan terpenting orang Tionghoa. Perayaan tahun baru imlek dimulai …