Home / Tangerang / Praperadilan Perdana Untuk Ersie

Praperadilan Perdana Untuk Ersie

Rilisnews Tangerang – Kuasa hukum JJ Amstrong Sembiring dari klien Ersie menggelar sidang perdana praperadilan Di Pengadilan Negeri Tangerang, Kasus yang menjerat kliennya Ersi yang diduga ada kesalahan prosedur dalam penangkapan yang dilakukan oleh polsek balaraja tangerang, Senin (14/5/18).

Pengecara kondang Amstrong Sembiring selaku kuasa hukum dari Ersie, mengajukan Praperadilan atas Pemohon Praperadila Ersie dengan No.08/Pd.Pra/2018/PN.TNG, dan dengan Termohon Praperadilan cq.Kepala Polsek Balaraja di Pengadilan Negeri Tangerang.

Praperadilan yang berlangsung hari senin (14/5), dengan Yang Mulia Hakim Ketua Mahmuriadin beserta Panitera Pengganti Ari Prasetyo, beserta Kuasa hukum pemohon Amstrong Sembiring. Ironinya pihak Termohon tidak hadir di awal persidangan praperadilan yang sudah secara resmi diberitahukan oleh Pengadilan Negeri Tangerang.

Menurut Hakim Ketua Mahmuriadin, menjelaskan didalam persidangan, Sidang praperadilan adalah sidang Semi perdata, Pidana yang disemikan perdata dan praperadilan sama dengan perkara-perkara yang ditentukan jangka waktunya, bila mana termohon tidak hadir dalam jangka 2kali panggilan resmi maka sidang dilanjutkan, tegasnya.

Suasana Ruang Sidang Pengadilan Negri Kota Tangerang

 

Apabila termohon tidak sungguh-sungguh dalam persidangan praperadilan dengan panggilan pertama yang sudah secara sah diberitahukan maka kita tunda, dan bila diwaktu pemanggilan kedua juga tidak hadir, maka sidang akan kita lanjutkan karena kita mengacu pada sidang semi perdata yang dimana setiap persidangan ditentukan batas waktu penyelesaian pemeriksaanya, tandasnya.

Lanjut Hakim Ketua, artinya termohon tidak perduli, karena kita dibatasi dengan jangka waktu pemeriksaan tujuh (7) kali/ tujuh (7) hari sidang harus selesai. Dengan adanya prapwradilan ini, mungkin akan adanya peraturan dari Mahkamah Agung prihal sidang praperadilan yang mana bila satu kali kita sudah panggil secara sah tidak hadir, maka sidang akan tetap berlanjut, Mudah – mudahan kedepan Mahkamah Agung bisa mengeluarkan kebijakan untuk memberikan peraturan sidang praperadilan supaya bisa menjadi payung hukum untuk Pengadilan Negeri (PN), harapan Hakim Ketua Mahmuriadin saat memimpin persidangan praperadilan dengan pemohon Ersie yang dikuasakan kepada kuasa hukum Amsteong Sembiring, SH,MH di Pengadilan Negeri Tangerang, senin (14/5/18).

 

Sidangpun dilanjutkan kembali pada tgl.21-mei-18, dan Pengadilan Negeri Tangerang akan memberikan kbali panggilan resmi ke dua kepada termohon dan dengan catatan : Apabila termohon tidak hadir kembali dipersidangan,maka sidang praperadilan akan dilanjutkan, tegasnya.

Meski kecewa dengan penundaan ini, namun Amstrong Sembiring mengaku cukup puas dengan kesepakatan yang dibuat dalam persidangan antara Hakim dengan dirinya untuk persidangan berikutnya, jika pihak termohon tetap tidak hadir, maka persidangan akan tetap dilanjutkan.

JJ Amstrong Sembiring Kuasa Hukum Ersie Saat berdiskusi dengan Para Hakim

 

Sidang praperadilan perdana Ersie, di Pengadilan Negeri Tangerang tidak dihadiri oleh Polsek Balaraja selaku termohon, Sidang pun ditunda dan dijadwalkan ulang pekan depan. (Foto Lia/Dokumen Berita360.com)

Dalam keterangannya kepada wartawan, Amstrong menyatakan setuju dengan pendapat hakim yang dirasa satu persepsi dengan dirinya.

“Pada saat berdiskusi di ruangan persidangan dengan hakim. Hakim itu satu persepsi dengan saya. Karena biasanya, ketidaksungguhan dari pihak termohon itu merupakan satu penyakit yang seringkali terjadi dan merugikan pihak Pemohon.” Kata Amstrong Sembiring seusai persidangan.

Padahal, kata Amstrong, esensi sebenarnya dari praperadilan adalah untuk memproteksi hak asasi orang yang ditangkap atau mengalami penangkapan yang tidak sesuai prosedural hukum, atau yang dianggap telah menyimpang.

“Artinya dalam hal penangkapan, tidak legitimite, hanya terbentur dengan persoalan regulatif. Tadi cukup jelas Hakim memberikan gambaran dalam perspektifnya seperti itu. Sebenarnya benang merahnya sama dengan pendapat saya.” ungkap dia.

Sebab, menurut Amstrong, hakim yang baik memang demikian. Hakim mengambil jalan keluar, nantinya akan diberikan pemanggilan terakhir. “Bilamana termohon tetap tidak hadir maka sidang dilanjutkan tanpa kehadiran pihak termohon. Artinya saya bersidang tanpa ada pihak termohon. No problem bagi saya. Tidak ada masalah.” tegas Pengacara Senior ini.

Kendati demikian, apakah persidangan itu dapat disebut sebagai persidangan yang legitimate? Menurut Amstrong, kesepakatan dan keputusan hakim yang tetap melanjutkan persidangan tanpa kehadiran termohon pada sidang pekan depan, tetap legitimate.

“Secara hukum tetap legitimite, karena itu adalah hasil opini dari pihak Hakim. Hakim itukan produk Hukum yaa, yang dia (hakim) keluarkan itu adalah Undang-undang. Kita sepakat. sebenarnya itu menjadi cerminan dari Kepolisian juga, supaya dapat instropeksi agar jangan ada preseden (buruk) ke depan. Jangan semana-mena terhadap setiap warga negara Indonesia.” Jelasnya.rJelasnya.red/ Way

2Shares

Comments

comments

Check Also

Maka penimbunan kekayaan itu akan menimbulkan perpecahan diantara rakyat , sebaliknya nya tersebarnya kekayaan akan menyatukan rakyat.

Rilisnews Tangerang – Hari Raya Imlek merupakan perayaan terpenting orang Tionghoa. Perayaan tahun baru imlek dimulai …