Home / Lampung / Dana Desa (ADD) Yang Diduga Diselewengkan Oknum kepala desa

Dana Desa (ADD) Yang Diduga Diselewengkan Oknum kepala desa

Pesisir Barat – Untuk pembangunan desa pada tahun 2017 yang lalu, oknum Kepala Desa (Pratin) ” yang di kenal masyarakat (ISMD), membangun pekon dengan Dana desa (DD) yang diduga asal jadi”.

Salah satu aitem pekerjaan yang dibuat oleh seorang oknum pratin, dimana pada saat ini sudah tidak menjabat lagi Karna pada tanggal 17/10/18, pratin tersebut akan ikut pencalonan kembali sebagai kepala desa (peratin) dipekon asahan way sindi, Antaranya pembangunan Rambat beton yang ada di pemangku penanjung, poin satu adalah untuk ketebalannya diduga tidak sesuai dengan RAB. Yang dimana “tebal pinggir 8 cm, tengah 3 cm, Lebar 20,5 cm, Yang seharusnya untuk ketebalan itu adalah 15cm, dan tengahnya juga seharusnya sama 15 cm, begitu juga untuk panjangnya kurang lebih 400 m, dan untuk lebar juga diduga tidak sesuai dengan juklat dan juknisnya.

Bahkan tidak hanya itu, ada juga satu aitem pekerjaanya yang lain, yaitu lampu jalan yang menggunakan tenaga surya, sebanyak 10unit, yang dimana lampu tersebut hanya bisa di rasakan masyarakat satu bulan saja, sekarang belum genab satu tahun lampu-lampu jalan tersebut sudah mati, diduga sepertinya ISMD oknum peratin pekon asahan way sindi, kecamatan karya penggawa, kabupaten pesisir barat, yang menjabat pada 2017 banyak menyelewengkan Dana Desa untuk kepentingan pribadi.

Bahkan sepertinya, untuk pengerjaan jalan rambat beton tersebut, pelastik tidak dipasang full, dan amparan pasir paling minim 2cm pun tidak ada.

Temuan ini, pada saat awak media pada 20 – Juni – 2018 sedang melintas dipekon Asahan way sindi, dan Melihat dari bangunan rambat beton 2017 yang umurnya bisa dibilang belum genab satu tahun, akan tapi sudah amburadul.

Kiranya ini dapat betul-betul diperhatikan oleh instansi terkait, kejari, kejagung maupun saber pungli dan Dinas Pemerintah terkait untuk dapat memberikan perhatian atas adanya dugaan pelanggaran dalam mengelolah Dana Desa (DD. Red

Sumber : redaksi Swarakonsumenindonesia

4Shares

Comments

comments