Home / Pendidikan / Ngobrol Soal Pendidikan Di Tangsel

Ngobrol Soal Pendidikan Di Tangsel

Rilisnews Tangsel – Tangsel Club (TC) yang diketuai Uthen gelar Diskusi terbuka mengangkat permasalahan pendidikan yang ada di kota Tangerang Selatan dengan mengusung tema “Dari PPDB Sampai Pungli di sekolah.

Ngobrol Soal Pendidikan di Tangsel Ini diselenggarakan Tangsel Club (TC) disebuah Resto dibilangan Tangerang Selatan Jumat 01.00 wib . Hadir dalam Obrolan Interaktif ini diantaranya,Ketua Tangsel Club (TC) Uten Sutendy , Muslim Nur,Spd yang mewakili Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan , Ngatmin dari Dewan Pendidikan, Profesor Sudarmoto, Eko Pepe, Praktisi Pendidikan Rita Djuwita, Ketua PGRI Tangsel Cartam,dan Ketua MKKS .H.Nindin,serta Para tamu undangan lainnya.

“Dinas Pendidikan Kota Tangsel Yang  diwakilkan Muslim Nur,Spd   yang mewakili  Kadis Pendidikan menyebutkan,  regulasi dalam Pendidikan sudah smart  tetapi harus  lebih banyak strategi pendidikan lebih banyak ,setelah adanya PPDB kedepan tidak  ada lagi kekisruhan dan kedepan pemetaan zonasi akan merata kesempatan berkeadilan,ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama Dr.H.Ngatmin,Mpd selaku Dewan Pendidikan Kota Tangsel mengungkapkan, meluruskan yang bengkok bukan membengkokkan yang lurus , mengkonsepkan Pendidikan yang akan  datang hingga menjadi smart tanpa melibatkan birokrasi yang merumitkan masyarakat.

Ditambahkan Prof Sudarmoto Dosen UIN dikesempatan yang sama juga berpendapat dihadapan forum, bahwa mencerdaskan kehidupan Bangsa adalah seperti kegiatan kegiatan teriduksi di dalam Pendidikan ternyata ada tiga pilihan jalur cepat  jalur lambat atau jalur biasa biasa saja.PPDB membutuhkan Sumber daya Manusia yang baik, disektor pendidikan Agama adalah sangat penting bagi Anak anak khususnya di Tangsel 

Ketua Tangerang Club (TC) Uten Sutendy yang Juga Panitia acara Ngobrol Soal Pendidikan Di Tangsel menjelaskan Kepada Rilisnews ,Terselenggaranya Diskusi Terbuka Obrolan Soal Pendidikan di Tangsel ini tujuannya ialah, “ingin sekedar menciptakan dialog-dialog yang standar yang rutin yang biasa kita laksanakan merespon permintaan kawan kawan anggota di Tangsel club maupun pemerintahan sesuai bidangnya, dalam konteks ini bidang pendidikan. Semua diskusi diskusi yang dilakukan,terangnya
Niatan Tangsel club itu sebetulnya untuk membantu memecahkan kebuntuan, kebuntuan komunikasi antara pemerintah kota dengan masyarakat. Dalam soal pendidikan. ini kan kemarin sudah banyak kejadian, dinamika, keseruhan, ada demon, protes… segala macem gitu. Nah makanya kita perlu duduk bareng, kira kira begitu. Duduk bareng… dimana titik persoalannya, dan sama sama mencari solusi supaya kejadian kejadian kemarin tidak terulang. Kira kira begitu.” Ujar Uten yang menjadi mederator dalam Ngobrol Soal Pendidikan di tangsel Jumat 25/01/2019.

Uten Berpendapat mengenai zonalisasi hal yang baik dan ia menuturkan,  “Itu kan sebetulnya trendnya kan seperti kita sampaikan tadikan bagus… Trendnya bagus, arahnya bagus… cuma mungkin pemerintah kota kemarin belum mampu mengantisipasi persoalan persoalan teknis. Misalnya soal teknis tekhnologi komputerisasi nya, terus tenaga IT nya, kemudian kuota, pemenuhan kuota, kandit kuota yang belum transparan. Sehingga dibilang tadi kan ada hang karena kebanyakan atau apa? Kan harusnya itu sudah diantisipasi dari awal supaya tidak terjadi miss tekhnologi kaya gitu, gitu loh… Nah yang lain-lainnya kan sudah terbuka, sudah mulai transparan gitu lohh.”

‌Menurut saya harus kitq harus mulai open mind ya… open mind itu artinya berpikir yang lebih terbuka. Karena amanat yang diberikan undang undang tentang 20% anggaran pendidikan itu harus di implementasikan dalam bentuk yang lebih konkrit untuk bukan hanya penyelenggaraan. secara teknis dan sistem.Tetapi bagaimana pemerintah kota harus punya greget, fokus ke inti pencerdasan warga yang sesungguhnya. Terutama dalam pembentukan karakter anak anak didik. Kalau sekedar membangun gedung sekolah, membangun sistem ,semua daerah juga bisa, semua kota juga bisa. Itu hal gampang. Tapi bagaimana yang paling penting itu kepedulian dari pemerintah kota, dari walikota, dari kepala dinas untuk membangun kota ini betul betul cerdas. Bagaimana melahirkan anak anak bangsa di Tangsel yang betul betul cerdas dan berkarakter. Yang kedua dengan transparansi publik seperti ini harusnya sudah tidak ada lagi monopoli didalam penerimaan murid murid baru maupun penyelenggaraan pendidikan secara keseluruhan gitu loh… Jual beli nilai, jual beli kursi, titip menitip itu di era modern seperti ini sangat memalukan, karena itu efeknya akan ada baik pada kualitas pendidikan maupun terhadap pembentukan moral.” .Bob

0Shares

Comments

comments