Home / Tangerang / Maka penimbunan kekayaan itu akan menimbulkan perpecahan diantara rakyat , sebaliknya nya tersebarnya kekayaan akan menyatukan rakyat.

Maka penimbunan kekayaan itu akan menimbulkan perpecahan diantara rakyat , sebaliknya nya tersebarnya kekayaan akan menyatukan rakyat.

Rilisnews Tangerang – Hari Raya Imlek merupakan perayaan terpenting orang Tionghoa. Perayaan tahun baru imlek dimulai pada hari pertama bulan pertama (bahasa Tionghoa: 正月; pinyin: zhēng yuè) di penanggalan Tionghoa dan berakhir dengan Cap Go Meh 十五暝 元宵節 pada tanggal kelima belas (pada saat bulan purnama). Malam tahun baru imlek dikenal sebagai Chúxī 除夕 yang berarti “malam pergantian tahun”.

Klenteng Khongcu Bio
Umat Konghucu Tampak menjalankan ibadah secara bersama

Hal ini Seperti tampak seperti yang dirasakan warga masyarakat kota Tangerang saat ini  ‘khusuanya warga sekitaran Kisamaun dan sekitarnya !. Menjelang Imlek tiba berbondong-bondong dengan sanak keluarga mereka luangkan waktunya khusus untuk merayakan tibanya perayaan pergantian tahun (Imlek) datang ke klenteng/Vihara Khongcu Bio di Jl.Kisamaun pasar lama Kota Tangerang Senin 04/02/2019 . 22.00 wib

Sengaja mereka yang notabenenya warga keturunan Tionghoa datang ke klenteng Khongcu Bio untuk merayakan perayaan akhir tahun dengan melakukan silaturahmi dan bersembahyang bersyukur atas rahmat yang telah mereka peroleh selama ini.

Tampak terlihat dari raut wajah para umat yang hadir tuk merayakan Imlek di Khongcu Bio kegembiraan yang tidak dapat diukur oleh apapun.Bernyanyi bersama ,canda ,cengkrama,menari ,menikmati berbagai  hidangan yang disediakan Klenteng Khogcu Bio Kisamaun,semua membaur antar sesama seperti hal yang istimewah dan seperti tidak dapat diungkapkan dengan sebuah kata-kata
Semakin Malam Satu-persatu umat Khonghucu berdatangan ke klenteng khongcu Bio Kisamaun untuk berkumpul bersama menyambut datangnya Imlek yang akan dilaksanakan pukul 23.00 wib.

Tampak hadir untuk mengamankan jalannya ibadah di klenteng Khongcu Bio Satuan Polisi Polres metro kota Tangerang bersama satuan Ormas Banser kota Tangerang demi menjaga dan menciptakan Kamtibmas kerukunan beragama dan demi kelancaran Imlek 2019.

Wanda ,Ketua pengurus klenteng Khongcu Bio Kisamaun Kota tangerang

“Kalau tema secara umum kita… Dari Matakin pusat yaitu mengambil tema,’ bertumpuknya kekayaan itu tidak memberi keteladanan kepada rakyat, tersebarnya kekayaan atau keberadaan masyarakat itu akan menjadi teladan bagi masyarakat, Itu akan menjadi tema dari Matakin pusat, jadi kami dari makin makin daerah pun turut serta bahwa kita turut serta kepada ke pusat bahwa itu yang harus kita sikapi. Karena kenapa?, Karena sekarang mengingat didalam tatanan kenegaraan atau kemasyarakat jadi bertumpuknya kekayaan di suatu kelompok Itu akan menimbulkan suatu tidak ada kesetaraan atau tidak ada keadilan untuk pengembangan daripada terutama potensi masyarakat maka diambilah itu,hal Itu adalah dari kitab suci dari agama Khonghucu dari taihaq 10 ayat yang ke 9.Jadi bukan suatu yang wejangan itu timbul dari kami sendiri. Dan kami pun ya sekarang bisa bersyukur sebagai umat Konghucu dan juga beserta umat Tionghoa bisa merayakan Imlek itu lebih terasa dan lebih meriah setelah kami disetarakan juga dengan agama agama yang lain didalam hak kami terutama setelah dicabutnya kepres yang dimana sangat menutup dan mengekang kami sebagai khususnya orang umat Konghucu, ujar ketua pengurus Klenteng yang berada di Kisamaun pasar lama Kota Tangerang Wanda saat ditemui Rilisnews Senin 04/02/2019 – 22.00 wib.

Dalam hali ini didalam menjalankan ibadah sekaligus perayaan perayaan keagamaan.”‌‌”Ya… Memang secara umum kami sekarang ya… sudah bisa disetarakan dalam hal menyambut perayaan, terutama kami sudah diberikan suatu hari libur untuk menyambut datangnya Imlek atau pergantian tahun 2570 kongculing. Karena kenapa disebut penanggalan kongculek atau kongculi?, itu karena penanggalan Imlek itu diambil dari lahirnya nabi Konghucu tahun 551 sebelum Masehi. Dan bila kita mau dengan jelasnya, tahun sebelum Masehi 551 ditambah 2019 maka akan menghasilkan 2570 .Jadi perayaan Imlek itu sebetulnya mengandung filosofis agama sekaligus filosofis budaya juga, jadi ya itulah… Kami sebagai umat Konghucu berterima kasih kepada pemerintah dimana hak-hak kami telah bisa dipulihkan kembali, dan juga didalam hal perayaannya mungkin kami diberi kebebasan untuk menyelenggarakan walaupun itu ya kami menghimbau juga didalam perayaan ini bukan untuk berhura-hura atau istilahnya berpesta pora tetapi lebih banyak kepada introspeksi diri terutama bagaimana kita kehidupan kita itu tahun demi tahun harusnya lebih baik dan lebih maju dan juga turut serta bagaimana kita bisa berkolaborasi di masyarakat juga untuk khususnya untuk memajukan bangsa Indonesia ini jadi bukan suatu serta merta perayaan yang dengan penuh hura hura,terangnya lagi.‌‌”Pastinya tentunya kita di tahun yang akan datang ini penuh dengan kegembiraan, penuh dengan kesuksesan terutama pemerintah Indonesia yang akan menghadapi pemilu semoga bisa terselenggara dengan baik dan sukses dan negara ini lebih maju nan lebih damai,harap Ketua pengurus klenteng Khongcu Bio. Bob‌

0Shares

Comments

comments

Check Also

Latihan Gabungan Yayasan Padepokan Beksi Sanghiyang Putih (YPBSP)

Rilisnews Tangsel – Pondok Aren – Yayasan Padepokan Beksi Sanghiyang Putih (YPBSP) Kota Tangerang Selatan …