Home / Jakarta / Firda Athira dan Dwi Prihandini Berikan Bantuan untuk Modal Kemandirian Para Penyintas Autoimun

Firda Athira dan Dwi Prihandini Berikan Bantuan untuk Modal Kemandirian Para Penyintas Autoimun

Rilisnews Jakarta – Melalui kegiatan talkshow & media Gathering Berbagi Bahagia bersama Penyintas Autoimun, Penyintas Autoimun mendapatkan bantuan Rp. 2,5 juta perorang untuk modal usaha. 


Program talkshow & media Gathering Berbagi Bahagia bersama Penyintas Autoimun ini merupakan sebuah acara bincang-bincang hangat antara nara sumber dan media yang disertai pemberian Bantuan bagi 5 orang binaan Penyintas Autoimun yang kini tengah dibina dan dilatih kemandiriannya.  

Acara ini diselenggarakan berangkat dari kepedulian serta kesadaran Clerry Cleffy Institute, Firda Athira Foundation, Marisza Cardoba Foundation terhadap Para Penyintas Autoimun di Indonesia.

Susunan acara yang tengah berlangsung

Acara yang dimoderatori oleh Dr.hernayati Hasibuan, SpKK diselenggarakan di Hotel Sheraton Grand Gandaria City Jakarta Selatan Sabtu 27/07/2019 – 09.00 wib. 

Talkshow & Gathering Berbagi Bahagia ini menghadirkan : Dr. Iris Rengganis,SpPDK.AI, Dr.Stevent Sumatri,SpPD,DAA sebagai nara sumber, Nadia Karina Wijaya putri indonesia 2019, dan para tamu undangan lainnya. 

“Autoimun ini sendiri merupakan sebuah kondisi ketika sistem kekebalan (imunitas) tubuh seseorang mengalami kekhilafan sehingga menyerang jaringan sehat dan menimbulkan keluhan kronis yang sifatnya berulang. Oleh karena itu, pola yang terjadi pada Autoimun sering dikatakan mirip kanker,tepi jelas berbeda kerena perusakan jaringan sehat pada kanker dilakukan oleh sel mutan.

Dua lembaga masyarakat, yakni Firda Athira F oundation (FAF) yang diketuai oleh seorang anak muda generasi milenial yang amat concern terhadap penyakit autoimun, Firda Athira, dan Clerry Cleffy Institute (CCI) yang didirikan psikolog Dwi Prihandini, menyatakan dukungannya dan berpartisipasi aktif dalam mewujudkan Program Nasional Senyum Indonesiaku, sebuah program yang diresmikan Prof.DR.Yohana Susana Yembise Dipl.Apling selaku Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI beserta Marisza Cardoba Foundation pada 6 Agustus 2015. 

Firda Athira, Pendiri Firda Athira Foundation saat memberikan keterangan Pers nya.

Firda Athira, yang merupakan pendiri Firda Athira Foundation menuturkan kepada awak media, 

“Generasi milenial punya peran penting untuk memberi dukungan kepada teman-temannya yang menderita autoimun agar tetap memiliki semangat yang sama meraih masa depan. 

“Dengan dukungan teman dan sahabat, penderita autoimun, khususnya sesama anak muda, akan punya daya juang lebih dan menganggap apa yang dideritanya bukan sebuah halangan untuk menggapai masa depan dan meraih cita-citanya,” ujar Firda Athira. 

Dwi Prihandini, pendiri Clerry Cleffy Institute

Ditempat yang sama Dwi Prihandini, S.Psi, M.Si. Pendiri dari Clerry Cleffy Institute yang merupakan seorang Psikolog yang juga inisiator kegiatan ini senada dengan Firda menjelaskan,  “Dirinya juga menyoroti pentingnya edukasi tentang autoimun dan melakukan inisiatif agar komunitas autoimun mendapat dukungan dan hak yang sama untuk lebih berdaya dalam kehidupan di masyarakat

“Di Indonesia, Autoimun telah menjadi epidemi dengan lonjakan angka penderlta yang tajam. Dibutuhkan edukasi massif agar masyarakat dapat mengenali keberadaan autoimun dan mewaspadainya melalui penerapan pola hidup sehat
Ini merupakan kegiatan kami yang telah memasuki kota ketiga,dan kemudian akan berlanjut ke kota Ternate sehingga kedepannya akan mencukupi 10 Provinsi ujar Dwi Prihandini. 

”Penderita Autoimun di Amerika Serikat berjumlah 50 juta orang, namun jumlah penderita di Indonesia yang berhasil kami himpun dan berdayakan baru mencapai 5.OOOan orang, karena kendala awareness yang belum maksimal terbangun serta data valid dari pemerintah yang belum tersedia. 

Hal ini bisa Jadi disebabkan karena gejala autoimun mirip dengan penyakit lainnya, dan masyarakat juga enggan memeriksakan penyakitnya secara menyeluruh karena khawatir masalah pembiayaan yang tidak sepenuhnya ditanggung oleh BPJS,” ujar Marisza Cardoba, pendiri Marisza Cardoba Foundation (lembaga masyarakat yang aktif mengedukasi masyarakat tentang autoimun dan Lima Dasar Hidup Sehat, serta pemberdayaan penyintas autoimun).

Diakhir acara Secara Bersama-sama Dwi Prihandini beserta Firda Athira menyerahkan bantuan berupa uang kepada 5 Orang penyintas binaan yang masing-masing menerima bantuan sebesar Rp. 2,5 juta perorang. (Bb)

0Shares

Check Also

Guna Lakukan Kunjungan Kerja, Presiden Jokowi dan Ibu Iriana Jokowi Bertolak Ke Jawa Timur

Rilisnews Jakarta – Presiden Joko Widodo beserta Ibu Negara Iriana Joko Widodo pada hari ini, …