Home / Nasional / TEST & PROPER TEST CALON KAPOLRI DI GD. NUSANTARA II JAKPUS

TEST & PROPER TEST CALON KAPOLRI DI GD. NUSANTARA II JAKPUS

Rilisnews Jakarta – Rabu, 30 Oktober 2019 pukul 14.10 WIB bertempat di Ruang Komisi III, Gd. Nusantara II MPR/DPR RI, Jl. Gatot Subroto, Senayan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, berlangsung uji kelayakan dan kepatutan (fit n proper test) Calon Kapolri Komjen Pol. Idham Aziz, yang dipimpin oleh Herman Hery (Ketua Komisi III DPR RI) dan dihadiri oleh sekitar 40 Anggota Komisi III DPR RI.

1. Komjen Pol. Idham Aziz memaparkan antara lain :

Tantangan Polri ke depan semakin berat, tapi Polri terus berkomitmen untuk mendukung dan mengawal Pemerintah. Polri akan terus mengawal dan mengamankan program pembangunan nasional. Polri juga terus melakukan pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat.

Kami mengapresiasi kepada pemerintah dan juga jajaran TNI dalam mengamankan agenda nasional tahun 2019. Adapula agenda nasional tahun 2020 yang menjadi fokus Polri yaitu antara lain suksesnya pengamanan 270 Pilkada serentak pada tahun 2020.

Kemampuan pengelolaan dan pengawasan internal juga akan menjadi fokus Polri ke depan, serta juga penguatan institusi Polri menuju Indonesia maju yang diimplementasikan dengwn mewujudkan sumber daya manusia yang unggul, mewujudkan pembinaan karir yang objektif dan peningkatan kesejahteraan anggota Polri.

Meningkatkan kompetensi intelijen dan peralatan intelijen yang modern dan tepat guna. Kami meningkatkan jumlah negosiator polwan dalam penanganan aksi-aksi unjuk rasa. Terkait penanganan karhutla, akan dilakukan dengan mengutamakan pencegahan melalui pemetaan hotspot di wilayah yang rawan terjadi kebakaran, dan membentuk Satgas karhutla serta mengintensifkan sinergi dengan TNI, Pemda, Bin dan stakeholder lainnya. Sedangkan terkait dengan penegakan hukum, akan dilakukan secara profesional, proporsional dan konsisten sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

2. Tanya jawab
a. M. Nurdin (Fraksi PDIP) :

Kami ingin mengetahui road map pembangunan kekuatan Polri.
Bagaimana penanganan terhadap aksi unjuk rasa? Bagaimana cara koordinasi Polri dengan institusi pengamanan lain dalam pengamanan Pilkada yang akan datang?

Supratman Andi Agtas (Fraksi Gerindra) :

Bagaimana menjaga netralitas dalam pilkada dan menjaga daerah-daerah yang berpotensi konflik seperti Papua dll?

b. Mulyadi (Fraksi Demokrat) :

Kami ingin memastikan apakah Polri bisa menjaga netralitas dalam pelaksanaan Pilkada?

c. Aboe Bakar Alhabsyi (Fraksi PKS) :

Soal isu terorisme dan radikalisme, jangan terlalu mudah untuk menilai sesuatu itu radikal. Bagaimana strategi Polri ke depan menangani masalah terorisme dan radikalisme ini?

d. Sarifudin Sudding (Fraksi PAN) :

Terkait kasus penusukan terhadap Menkopolhukam Wiranto di Pandeglang, BIN sudah menyatakan bahwa Abu Rara adalah pelaku teroris yang sedang berada di Pandeglang, dan ternyata yang berangkutan ada bahkan membaur di acara yang dihadiri Menkopolhukam. Kenapa orang yang sudah diidentifikasi oleh Bin bahwa yang bersangkutan adalah teroris lalu tidak dilakukan penindakan oleh Polri?
Bagaimana pula strategi Polri dalam penindakan kasus narkoba?

3. Jawaban Calon Kapolri antara lain :

Tidak kita pungkiri banyak anggota Polri yang melakukan kesalahan. Tetapi kami yakin masih banyak anggota yang memiliki komitmen untuk melakukan yang terbaik. Terkait pengamanab pelaksanaan aksi unjuk rasa, kami tidak diperkenankan membawa senjata api dan itu diberlakukan di seluruh Indonesia.

Dalam pelaksanaan pengamanan Pilkada kami terus melakukan kerjasama dan bersinergi dengan stakeholder lain. Mengenai penanganan terorisme juga dilakukan sinergi dengan institusi keamanan lain seperti BIN dan institusi lainnya. Mengenai penegakan hukumnya kami mengacu kepada perundang-undangan yang berlaku.

Saya tidak akan ragu menindak anggota ketika mereka tidak menjalankan tugas sesuai dengan aturan yang berlaku. Pembinaan internal juga dilakukan berbasis kinerja. Ketika ada anggota yang berbuat baik kami kasih reward. Tapi ketika melakukan kesalahan, kami tidak segan-segan memberi sanksi. Untuk meningkatkan kapasitas SDM berbagai upaya kami lakukan dengan bekerja sema dengan pihak dalam maupun kerjasama dengan pihak luar negeri. Netralias polri dalam pilkada, kami jamin netral.

mengenai penanganan aksi unjuk rasa kita terus berupaya melakukan komunikasi mencari tahu siapa korlap nya kita kawal dan kami ingatkan agar aksi unjuk rasa tidak melanggar aturan main. kita berdoa semoga ke depan para demonstran bisa memahami bahwa kami kepolisian berupaya untuk menjaga keamanan dan ketertiban. kalau bisa terjalin komunikasi dengan baik maka semua akan selesai dengan baik pula.

Radikalisme tidak bisa di identikkan dengan Islam, radikalisme itu oknum. Kita tidak bisa radikalisme itu diidentikkan dengan simbol agama dan ini harus di kampanyekan kepada seluruh masyarakat, bahwa ini oknum dan kita melakukan penegakan hukum terhadap oknum bukan kepada simbol agama.

Terkait penindakan narkoba, jika ada anggota kami terlibat, tidak ada keraguan bagi kami untuk menindak tidak peduli anggota atau perwira. Koordinasi di lapangan kami akui agak sulit dilapangan. Tetapi kami tekankan perlunya komunikasi dengan berbagai pihak.

Pkl. 15.49 WIB, fit n proper test Calon Kapolri selesai. Rapat diskors hingga pkl. 17.00 WIB, dan akan dilanjutkan dengan Rapat Pleno Komisi III terkait fit n proper test Calon Kapolri.

0Shares

Comments

comments

Check Also

Menteri ATR BPN Beri Apresiasi Terhadap Kinerja Polda Metro Jaya

Rilisnews Jakarta – Dengan keberhasilan Ditreskrimum Polda Metro Jaya menggulung Komplotan mafia properti berkedok Notaris …