Home / Polri / 6 Pelaku Penipuan Penerbitan bank Garansi Berhasil Diamankan Ditreskrimum Polda Metro Jaya

6 Pelaku Penipuan Penerbitan bank Garansi Berhasil Diamankan Ditreskrimum Polda Metro Jaya

Rilisnews Jakarta – Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil mengamankan enam (6) orang sindikat pelaku penipuan penerbitan bank garansi yang telah berhasil memperdayai Direktur PT Visiland, DH, mencapai Rp 5,5 Miliar.

Enam pelaku yang diamankan akhir November 2019 lalu masing – masing berinisial MA, YO, ASR, BS, BHB, dan IS.

Sementara satu pelaku yakni EOS, yang berperan sebagai notaris gadungan, masih buron dan dalam pengejaran petugas.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Yusri Yunus menjelaskan kepada awak media dimapolda metro jaya Jumat (20/12/2019) 

“Modus para pelaku adalah seakan-akan bisa menerbitkan surat bank garansi dari beberapa bank ternama ‘mulai dari Bank BCA, Bank Mandiri, Maybank hingga surat berharga dari koperasi yang berada di Jawa Barat.

“Korban yakni DH, Dirut PT Visiland, merasa tertarik atas tawaran pelaku, karena saat itu korban butuh dana modal atas perusahaannya yang hampir pailit,” ungkap Yusri.

Namun kata Yusri, agar korban mendapat surat garansi bank bernilai puluhan miliar rupiah, korban diminta menyetorkan dana ke para pelaku. “Totalnya kerugian korban mencapai Rp 5,5 Miliar. Sementara surat garansi bank yang diterima korban dipastikan palsu,” ujarnya.

Yusri menjelaskan bahwa para pelaku memiliki peran berbeda saat beraksi. MA katanya berperan melakukan perjanjian kerjasama dengan korban untuk pengurusan penerbitan Bank Garansi di Bank Mandiri dan BCA senilai Rp. 30 milyar dan menerima uang Rp.1.3 milyar, YO berperan meyakinkan dan memperkenalkan korban kepada tersangka lainnya, untuk pengurusan penerbitan bank garansi dan pengunaan fasilitas dana dengan menerima uang senilai total Rp 860 juta.

Kemudian ASR berperan selaku koresponden koperasi tatar Priangan yang berada di Bandung melakukan pengurusan penerbitan bank garansi pada Maybank dan atau Bank Mandiri dan juga penggunaan fasilitas dana dengan menerima uang senilai total Rp. 2.268 juta.

“Hasil penyidikan Koperasi Tatar Priangan tidak pernah menunjuk tersangka ASR selaku koresponden koperasi untuk hal tersebut.

Tersangka BS berperan mengurus penerbitan Bank Garansi Maybank atas perintah ASR, sehingga menerima uang sebanyak Rp.175 juta. Tersangka BHB, berperan mengajukan permohonan Bank Garansi ke Bank Mandiri Pusat dan telah menerima uang sebesar Rp.180 juta dan tersangka IS berperan  mengenalkan korban kepada tersangka ASR dan menerima succes fee sebesar Rp. 430 juta.

“Sementara tersangka EOS yang berperan sebagai notaris dan telah menerima uang sebanyak Rp.650 Juta, masih buron (DPO) dan masuk dalam DPO kami,” terang Yusri.

Aksi para pelaku katanya berawal pada 5 November 2018, dimana tersangka YO memperkenalkan tersangka MA kepada korban DH. 

MA dikenalkan sebagai orang yang piawai mengurus instrument perbankan kepada korban DH.

“Karena korban tertarik maka ditandatangani perjanjian kerjasama Penerbitan Bank Garansi senilai  Rp 30 milyar antara tersangka MA dengan korban,” terangnya lagi.

Sehubungan dengan pernjanjian tersebut dan sesuai permintaan tersangka MA selanjutnya korban menyerahkan biaya provisi sebesar Rp.1,5 milyar. “Dana itu sebanyak Rp 1,3 milyar diberikan ke MA dan Rp 200 jt kepada YO. Namun penerbitan Bank Garansi tidak terealisasi,” katanya. 

Guna meyakinkan korban kembali, tersangka MA menyatakan telah mengajukan permohonan Bank Garansi ke Bank Bca Pusat dan menunjukkan : surat Bank Central Asia/ BCA Nomor : BCA/JKT/SKBBG/026/12/2018, tanggal 26 Desember 2018 yang isinya menjelaskan bahwa BCA akan menerbitkan Bank Garansi sebesar Rp. 30 Miliar untuk PT Visiland Dharma Sarana.

Serta surat Bank Guarantee dengan nomor : 17920/BCA/BG/XII/2018, tanggal 31 Desember 2018 yang isinya adalah BCA menjamin PT Visiland Dharma Sarana atas Bank Garansi yang diajukan senilai Rp. 30 Miliar.

“Belakangan diketahui bahwa Bank Garansi yang diberikan tersangka MA palsu dan bukan merupakan produk Bank BCA,” terang Yusri.

Pada saat bank garansi yang diajukan tersangka MA belum berhasil, pada bulan Desember 2018, tersangka YO menawarkan kepada korban DH untuk melakukan upaya Bank Garansi pararel melalui rekannya yaitu tersangka IS, tersangka ASR dan tersangka BS.

Dimana disebutkan bahwa mereka dapat menerbitkan Bank Garansi melalui Maybank Bandung menggunakan badan hukum Koperasi  Tatar Priangan. 

“Tersangka ASR mengaku sebagai koresponden atau yang mewakili Koperasi Tatar Priangan. Tersangka meminta biaya pengurusan yang sama yaitu Rp 1,5 milyar untuk pengajuan senilai Rp 30 milyar,” kata Yusri. 

Namun penerbitan Bank Garansi tidak terealisasi. Guna meyakinkan korban kembali, tersangka YO dan tersangka ASR menerangkan bahwa Bank Garansi akan dipindahkan menjadi ke Bank Mandiri Pusat dengan menunjukkan surat bank mandiri nomor : R05.CBC3.TS/SK 7651/I/2019, tanggal 17 Januari 2019 dan surat Bank Mandiri perihal jaminan pembayaran (Bank Garansi) Nomor : MBG774024897901 tanggal 18 Januari 2019. 

“Belakangan juga akhirnya diketahui bahwa surat tersebut tidak pernah diterbitkan oleh Bank Mandiri,” katanya.

Selain itu tambah Yusri, tersangka YO mengajak korban DH untuk usaha lain dimana dijanjikan bahwa korban dapat menggunakan fasilitas dana hingga Rp 50 Miliar pertahun dan dana dana lainnya di PT. Awes. “Atas hal tersebut korban telah menyerahkan uang sejumlah Rp. 2.5 Miliari, sesuai permintaan tersangka YO,” katanya.

“Namun usaha dan keuntungan yang dijanjikan tersangka YO ternyata fiktif,” tambah Yusri.

Ditempat yang sama Wadirreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Dedi Murti mengatakan karena aksinya para pelaku akan dijerat Pasal 378 KUHP tentang penipuan dan atau Pasal 372 KUHP tentang penggelapan, junto Pasal 55 KUHP tentang perbuatan jahat bersama-sama.

“Dengan ancaman hukuman penjara hingga 4 tahun penjara,” kata Dedi.(Bb)

0Shares

Comments

comments

Check Also

Bantu Warga yang Berduka, Sat Brimob Polda Banten Lakukan Sambang Duka

Rilisnews Lebak – Sebagai pelayan masyarakat, Sat Brimob Polda Banten terus berupaya sekuat dan semampunya …