Home / Kriminal / Pengoplosan Gas 3Kg Bersubsidi, Akibatkan Kelangkaan dan Resahkan Masyarakat Miskin.

Pengoplosan Gas 3Kg Bersubsidi, Akibatkan Kelangkaan dan Resahkan Masyarakat Miskin.

Rilisnews Jakarta – Disaat Pemerintah Pusat tengah Menggalakkan Pemberantasan dan memutuskan mata rantai Mafia Migas yang meresahkan dinegeri ini, justru kesempatan ini masih saja digunakan para pengusaha-pengusaha nakal untuk meraup keuntungan sebanyak mungkin dengan kegiatan Ilegal Mereka.

UU Migas no 22 tahun 2001 Pasal 53 pun mereka abaikan apalagi UU no 8 tahun 1999 Pasal 8 tentang Perlindungan Konsumen. 

“Hal ini seperti yang terjadi dilokasi pembungan sampah Kampung Parigi Kec. Pondok Aren Kota Tangerang Selatan. Dimana Sekelompok orang melakukan kegiatan Pengoplosan/penyuntikan gas elpiji 3kg Bersubsidi ke tabung non subsidi 12kg hingga 50kg secara Ilegal.

Tampak bergantian kendaraan jenis Pickup bak membawa ratusan Tabung Gas 3Kg ditutupi terpal masuk dan keluar ke lokasi tersebut setiap waktunya, Sabtu (27/03/2020).

Sebelumnya kelompok ini melakukan aksinya diwilayah  Rumpin Kabupaten Bogor, dikarenakan diusir oleh warga setempat kemudian kegiatan Pengoplosan/Penyuntikan dipindahkan. 

Dengan adanya kegiatan pengoplosan gas bersubsidi 3kg tidak sedikit masyarakat miskin yang dirugikan dikarenakan sulit mendapatkan Gas 3Kg yang sudah sepantasnya mereka dapatkan dikarenakan telah terjadi kelangkaan.

Cara Pengoplosan/Penyuntikan Gas 3Kg bersubsidi ke Tabung Gas 12Kg non Subsidi
(Gambar By Google dokumen)

“Menurut Berita yang telah beredar sebelumnya, proses Penyuntikan Gas Oplosan dari Satu Tabung Bersubsidi Ukuran 3Kg ke tabung gas non Subsidi terbilang tidaklah sulit dan tidak memakan waktu terlalu lama.Namun resiko dari kegiatan Ilegal ini sangat berbahaya dan berimbas bisa terjadi ledakan.Adapun cara lainnya juga bisa menggunakan selang, jadi dari ukuran 3Kg ke tabung gas ukuran 50kg keduanya biasanya disambungkan dengan menggunakan selang Regulator.

Biasanya para pegiat nakal ini akan menggunakan kembali segel setelah mengoplos tabung dengan segel yang baru.

Dari Pengoplosan ini para pegiat usaha ini bisa meraup keuntungan yang sangat besar, bagaimana tidak?, dengan berpindahnya beberapa gas yang ada ditabung gas 3Kg ke tabung 12Kg tentunya harganya pun berbeda dan lebih mahal gas berukuran 12kg dibandingkan dengan gas 3Kg.

“Sebut saja Irma, warga kampung Parigi yang tidak ingin disebutkan nama sebenarnya  bertempat tinggal tidak terlalu jauh dari lokasi Pengoplosan menuturkan. Seharusnya aktifitas usaha seperti ini tidak dibiarkan berlarut-larut oleh aparat hukum dan diberikan sanksi kepada para pelakunya,” ujarnya, Sabtu (27/03/2020).

Jelas !! yang dirugikan bukan hanya kami warga sekitar,namun tentunya warga masyarakat yang lain juga pastinya dirugikan karena setiap ingin membeli gas 3Kg selalu saja susah karena pasokan nya kosong.

Kami berharap tentunya kepada pihak kepolisian Khususnya Polsek Pondok Aren dapat sesegera mungkin bisa menghentikan aksi mereka memanipulasi gas elpiji bersubsidi yang sudah seharusnya menjadi hak kami dan dapat memberikan hukuman bagi para pelaku,” harapnya. (Bb)

0Shares

Check Also

Polisi Kembali Berhasil Ungkap Sabu Hampir 1 TON di Serang Banten, Kali ini Jaringan Timur Tengah

RILISNEWS SERANG – Satgasus Bareskrim Mabes Polri menggerebek gudang penyimpanan Narkoba jenis sabu seberat 821 …