Home / Hukum / Kebijakan Ihwal Peraturan Ojek Daring

Kebijakan Ihwal Peraturan Ojek Daring

Rilisnews Jakarta – Polda Metro Jaya menegaskan pihaknya mengikuti Peraturan Gubernur DKI Jakarta No 33 Tahun 2020 ihwal peraturan ojek daring.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Hubungan Masyarkat PMJ Kombes Pol. Yusri Yunus di Mapolda Jakarta, Rabu (15/04/2020).

“Dalam Pasal 18 Ayat (6), disebutkan bahwa angkutan roda dua berbasis aplikasi dibatasi penggunaanya untuk pengangkutan barang. Oleh sebab itu, pengemudi ojek daring yang mengangkut penumpang berarti melanggar aturan PSBB.

Sedangkan untuk sepeda motor pribadi, dapat digunakan berboncengan asalkan beralamat sama,” terangnya. 

Menurut Yusri, kebijakan tersebut dilakukan untuk mendukung terwujudnya physical distancing.

“Roda dua pribadi boleh membonceng, tetapi dengan ketentuan harus satu alamat. Kemudian untuk moda roda dua yang menggunakan aplikasi cuma diperbolehkan untuk mengangkut barang, itu dasar kami bergerak Peraturan Gubernur No 33 Tahun 2020, sejak tanggal 10 kemarin,” sambungnya.

Polemik aturan ojek daring dapat mengangkut penumpang saat pandemi covid-19 mencuat saat Menteri Perhubungan Ad Interim Luhut Binsar Pandjaitan menerbitkan Permenhub No 19 Tahun 2020 pada Kamis (9/4).

Permenhub tersebut berisi tentang pengendalian transportasi dalam rangka pencegahan penyebaran covid-19.

Dalam Pasal 11 Ayat (1), dijelaskan bahwa dalam hal tertentu, untuk tujuan melayani kepentingan masyarakan dan kepentingan pribadi, sepeda motor dapat mengangkut penumpang dengan ketentuan tertentu. (Bb)

0Shares

Check Also

Pengemudi Bus dan Travel serta Pribadi yang membandel Terkena Denda Lima Juta Rupiah

Rilisnews Jakarta – Ditlantas Polda Metro Jaya beserta seluruh Polres Jajaran telah melaksanakan Operasi khusus …