Home / Hukum / Pengemudi Bus dan Travel serta Pribadi yang membandel Terkena Denda Lima Juta Rupiah

Pengemudi Bus dan Travel serta Pribadi yang membandel Terkena Denda Lima Juta Rupiah

Rilisnews Jakarta – Ditlantas Polda Metro Jaya beserta seluruh Polres Jajaran telah melaksanakan Operasi khusus penertiban kendaraan bermotor yang tidak memiliki izin trayek atau sering disebut dengan (traveI gelap)yang mengangkut penumpang yang mau mudik ke berbagai daerah di Jawa Barat dan jawa Tengah. 

Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari dengan cara hunting system mulai hari Jumat tanggal 8 Mei 2020 s/d Minggu 11 Mei 2020, seperti yang dikatakan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus saat gelar Pressrelase di Mapolda, Senin (11/05/2020) – 09.00 Wib.

Giat ini akan terus berkelanjulan sehingga sampai dengan adanya pencabutan larangan mudik dari pemerintah,” ujarnya.

“Dari kegiatan operasi tersebutut Ditlantas Polda Metro Jaya berhasil menyita barang bukti berupa unit Kendaraan bermotor sejumlah 202 unit yang terdiri dari : Bus sejumlah 11 unit, Minibus sejumlah 112 unit dan mobil pribadi sejumlah 79 unit,” kata Yusri.

Kami juga telah dilakukan pemeriksaan terhadap pengemudi sebanyak 202 orang serta penumpang yang berhasil dicegah mudik sebanyak 113 orang,” tambahnya.

“Dengan diamankannya sebanyak 202 kendaraan, maka sejak operasi ketupat larangan mudik dimulai tanggal 24 April 2020 Polda Metro Jaya telah menyita sebanyak 228 kendaraan. 

Keseluruhan kendaraan tersebut kami amankan dari jalan tol, arteri dan berbagai jalan tikus yang sudah kami mapping sebelumnya,” papar Yusri menerangkan. 

“Adapun modus operandi nya mereka ada yang menawarkan melalaui media sosial, dan ada yang dari mulut kemulut. 

Untuk harga tiket yang ditawarkan cukup mahal diatas harga normal contohnya, harga tiket Brebes biayanya Rp 500.000, padahal biasanya Rp 150.000, atau Ke Cirebon biayanya Rp. 300.000 ,padahal harga normalnya Rp. 100.000,” ungkap Yusri. 

Sanksi yang akan diberikan  untuk para pengemudi akan diberi tindakan dengan tilang dan dikenakan pasal 308  UU No 22 Tahun 2009 ,dimana setiap orang yang mengemudikan Ranmor umum yang tidak memiliki izin menyelenggarakan orang tidak dalam trayek atau dalam trayek maka dipidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp. 5,00,000,” terang Yusri.

Selanjutnya Setelah dlberikan tilang maka pengemudi dan penumpang dipersilahkan kembali, untuk penumpang dikembalikan ke lokasi awal penjemputan. 

“Penindakan pelanggaran ini merupakan jawaban keragu raguan masyarakat yang menilai Polisi ada “main mata” dengan pemudik.

“Apabila ada penyimpangan yang dilakukan oleh anggota Polri, silahkan dokumentasikan dan laporkan kepada kami ‘ langsung akan kami tindak tegas dan kami akan usulkan untuk dipecat,” ucap tegas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Yusri Yunus. (Bb)

0Shares

Check Also

LBH SITUMEANG Laporkan Dugaan Penggelapan Dana PKH Desa Bakung Ke Polresta Tangerang

Rilisnews Tangerang – Dugaan Penggelapan Dana Program Keluarga Harapan (PKH) di desa Bakung Kecamatan Kronjo, …