Home / Hukum / Terkait Pembakaran Bendera Partai PDIP, Ketua Komisi III Temui Kapolda metro Jaya.

Terkait Pembakaran Bendera Partai PDIP, Ketua Komisi III Temui Kapolda metro Jaya.

Rilisnews Jakarta – Berawal dari Bendera Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dibakar oleh massa aksi 212 membuat Ketua Komisi III Herman Herry berang dan menemui Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana di Mapolda Metro Jaya, Jumat (26/6).

Dia menuturkan, dalam pertemuan itu terkait meminta polisi untuk mengusut pelaku pembakaran bendera berlambang moncong putih.

“Saya berdiskusi dengan Kapolda Metro dan Dirkrimum terkait persoalan pembakaran bendera PDI Perjuangan beberapa waktu lalu,” kata Herman kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jumat (26/6).

Atas kejadian itu, dia menambahkan, PDIP sangat menyesalkankan demo yang seharusnya damai malah dinodai dengan adanya aksi pembakaran bendera.

“Kami datang kepada Kapolda untuk meminta Kapolda melakukan langkah-langkah hukum secara profesional. Kedua, negara kita ini adalah negara hukum bukan barbar. Siapapun akan marah jika dihina, tentunya ungkapan kemarahan itu harus disalurkan lewat peraturan perundang-undangan,” ujarnya.

Namun, dia mengaku, hingga kini tidak ada laporan yang dilakukan dari internal PDIP ke kepolisian.

“Tadi hasil diskusi kami adalah bahwa sampai saat ini belum ada laporan dari PDIP sebagai pihak yang merasa dirugikan. Informasi dari Kapolda bahwa baru akan ada laporan nanti jam 2 siang, dari tim hukum PDIP ke Kapolda dan Dirkrimum,” ungkapnya.

“Karena Polri adalah mitra Komisi III DPR. Saya ingin tahu, sejauhmana langkah-langkah Polri dalam kasus tersebut,” lanjutnya,

ia mengaku, Polda Metro Jaya sudah mengetahui siapa orang yang telah membakar bendera PDIP tersebut.

“Dan sudah melakukan profiling serta memiliki bukti-bukti dan pihak-pihak yang diduga melakukan pembakaran bendera PDIP tersebut,” tegasnya.

Dirinya membantah, kedatangannya sebagai bentuk intervensi Komisi III kepasak Irjen Nana Sudjana.

“Saya katakan, apa pun yang terjadi Polri harus netral dan profesional. Jangan sampai terkesan kedatangan saya sebagai Ketua Komisi III seolah-olah datang untuk mengintervensi Polri dalam penyelidikan ini. Sama sekali tidak. Sebagai petugas partai kebetulan saya adalah ketua Komisi, saya menggunakan hak penguasaan, untuk datang bertanya sudah sejauh mana hasil penyelidikan,” pungkasnya.

Sebelumnya, ribuan massa dari 212 menggelar aksi unjukrasa menolak RUU HIP didepan gedung MPR/DPR RI pada Rabu (24/6) lalu.

Dalam aksi itu, massa yang kesal membakar bendera PDIP karena dianggap sebagai partai komunis.

0Shares

Check Also

LBH SITUMEANG Laporkan Dugaan Penggelapan Dana PKH Desa Bakung Ke Polresta Tangerang

Rilisnews Tangerang – Dugaan Penggelapan Dana Program Keluarga Harapan (PKH) di desa Bakung Kecamatan Kronjo, …