Home / Kriminal / Cita-cita Kandas Menjadi Seorang Dokter, ADS Buka Praktek Dokter Gigi Ilegal

Cita-cita Kandas Menjadi Seorang Dokter, ADS Buka Praktek Dokter Gigi Ilegal

Rilisnews Jakarta – Pelaku berinisial ADS (25) tak berkutik saat diamakan Penyidik Subdit III Sumber Daya Lingkungan Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya karena pelaku ADS membuka Praktek Dokter Gigi tanpa Izin (Ilegal Praktek) 

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengaku, pelaku yang jebolan sekolah menengag kejuruan (SMK) sudah sejak lama ingin menjadi dokter. Namun, cita-citanya kandas.

“Pelaku ini lulusan SMK. Memang memiliki cita-cita jadi dokter. Tetapikan tidak mudah,” kata Yusri kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Senin (10/8).

Dia menerangkan, pelaku ditangkap dikediamannya yang juga tempat praktek dokter gigi Antoni Dental Care Jalan P Timor 1 No. 24 RT.03/RW.09, Perumnas III, Kel. Aren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jabar atas laporan dari warga yang bermasalah tentang giginya setelah mendatangi tempat praktek pelaku.

Belakangan diketahui setelah pelaku bukanlah dokter melainkan asisten dokter.

“Kemudian tidak memiliki Surat Tanda  Registrasi Dokter dari Konsil Kedokteran Indonesia, dan tidak memiliki Surat Izin Praktik  dokter gigi dari PDGI, termasuk tidak memiliki legalitas perizinan klinik dari PTSP Kota Bekasi,” jelasnya.

Menurutnya,pelaku sudah beroperasi sejak tahun 2018 hingga sekarang. Setiap harinya, pelaku menarik biaya praktek sebesar Rp300 hingga Rp500 ribu.

“Pelaku dalam sehari bisa mendapatkan uang Rp300 sampai Rp500 ribu,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, korban sempat mengeluhkan berobat gigi grahamnya tanpa kepada pelaku tanpa terlebih dahulu dirontgen.

“Pasien RDS mengkonsultasikan perihal sakit gigi karena geraham bungsu yang tumbuh, dan tersangka langsung menyarankan untuk dilakukan operasi guna mengangkat gigi geraham bungsu tersebut, tanpa dilakukan pemeriksaan pendukung seperti rontgent (sinar X-ray) gigi,” ucap Yusri.

Mantan Anjak, Divisi Humas Polri ini mengatakan, dimana tindakan operasi tersebut sangat berbahaya karena ada resiko komplikasi.

Selain itu Veneer yang baru dipasang oleh tersangka ADS pada pasien RSD juga lepas dan menimbulkan lubang pada gigi pasien RSD.

Yusri menjelaskan, pihak Dinas Kesehatan Kota Bekasi pernah menindaklanjuti perihal kegiatan di Klinik Antoni Dental Care yang dilakukan oleh seseorang yang mengaku dokter dan melayani pasien.

“Tersangka ADS dipanggil dan dimintai oleh Dinas Kesehatan Kota Bekasi dan diberikan peringatan agar seluruh kegiatan di Antoni Dental Care dihentikan dan ditutup. Namun tersangka ADS tetap mengabaikan peringatan tersebut serta masih menerima pasien seperti biasa,” pungkasnya.

Dari tangan pelaku polisi menyita barang bukti berupa macam obat-obatan untuk gigi, alat medis, dokumen-dokumen, baju praktek kedokteran, buku daftar praktek, kwitansi pembayaran dan handphone.

Akibatnya, pelaku dijerat dengan Pasal 77 jo Pasal 73 ayat (1) dan atau Pasal 78 jo Pasal 73 ayat (2) UU No 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran, dengan pidana penjara paling lama 5 tahun atau pidana denda paling banyak Rp150 juta.

Kemudian Pasal 78 Jo Pasal 73 ayat (2) dan atau Pasal 75 ayat (3) Jo Pasal 32 ayat (1) dan atau Pasal 76 Jo Pasal 36 dan atau Pasal 77 Jo Pasal 73 ayat (1) UU RI No 29 Tahun 2004 tentang Praktek Kedokteran dengan pidana penjara paling lama 5 tahun atau denda paling banyak Rp150 juta.

0Shares

Check Also

Korban Mutilasi di Apertemen Kalibata City Seorang Manager Perusahaan Kontraktor

Rilisnews Jakarta – Penghuni Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan tiba-tiba gempar dengan ditemukan nya  Sosok …