Home / Kriminal / Akibat Tolak Menikahi, Pengusaha Roti Dibunuh Pasangannya dengan Menggunakan Pembunuh Bayaran

Akibat Tolak Menikahi, Pengusaha Roti Dibunuh Pasangannya dengan Menggunakan Pembunuh Bayaran

Rilisnews Jakarta – Penyidik Subdit Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya meringkus enpat pelaku pengusaha toko roti berkewarganegaraan Taiwan Hsu Ming Hu (57).

Para pelaku Sari Sadewa, Alfiyan, Suryanto dan berinsial FN.Merrka ditangkap dilokasi berbeda polisi masih memburu lima pelaku lainnya.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana menerangkan, korban dibunuh lantaran menolak menikahi pelaku Sari Sadewa dengan memberikan uang Rp15 juta untuk biaya aborsi. Tidak hanya, sampai disitu pelaku mendengar kalau korban malah mau menikahi asisten rumah tangganya.

“Korban menyerahkan uang Rp 15 juta untuk biaya aborsi,” kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Selasa (11/8).

Menurut Nana, pelaku Sari Sadewa sempat meminta bantuan kepada pelaku berinisial FN untuk membantu menghabisi nyawa korban.

“SS (Sari Sadewa) dalam suasana sakit hati ketemu saudara FN yang bersangkutan salah satu pekerja di notaris yang selama ini notaris tersebut biasa digunakan korban untuk urus asetnya, dari pertemuan disampaikan unek-unek pernah berhubungan tapi si korban tidak bertanggungjawab. Dari situ dia ada niat melukai bahkan ada niat lakukan untuk rencanakan pembunuhan korban ini,” jelas Nana.

Nana menambahkan, mendengar cerita Sari Sadewa pelaku berinisial FN sanggup untuk melaksanakan perintah Sari Sadewa dengan imbalan sejumlah uang. Rencana pembunuhan, terjadi pada akhir 24 Juli 2020 lalu dikedimana korban di Cluster Cardin, Cikarang Pusat Bekasi, Jabar.

“Yang sudah disiapkan FN sebagai perantara ada 3 orang atas nama AL suami FN, SY (Suyanto), dan S (Supriatin) alias Asep alias Jabrik. Tiga orang ini yang akan lakukan pembunuhan tersebut,” jelasnya.

“Sari Sadewa memberikan uang down paiman (DP) Rp30 juta dengan rincian Rp25 juta ditransfer kerekening FN dan Rp5 juta cash,” lanjutnya.

Nana mengungkapkan,pembunuhan berencana ini dilancarkan, dan pelaku mendatangi kediaman korban dengan mengaku sebagai petugas pajak. Pelaku berdalih kalau korban memiliki tunggakan utang pajak Rp9 miliar.

“Pelaku terlebih dahulu memantau kegiatan korban dan diketahui kalau korban tinggal sendiri, karena pembantunya kalau sore hari pulang,” ungkapnya.

Nana mengatakan, pelaku Asep alias Jabrik yang bertamu berpura- untuk ketoilet.Pelaku kembali dan bercerita kalau kran air di toilet rusak.

“Korban mendatangi toilet dan ditusuk sebanyak lima kali oleh pelaku.Dimana, dua dibagian dada dan tiga dibagian perut.Kemudian, mayat korban dibuang ke sungai Citarum di Subang menggunakan mobil milik korban Toyota Wis,” terangnya.

Mantan Kapolda NTB ini menuturkan, mayat korban ditemukan oleh warga dan dilaporkan ke Polres Subang.Mayat korban dibawa ke Rumah Sakit.

“Kami menerima laporan dari keluarga korban dan Kedubes China yang menyebutkan ada anggota keluarganya yang hilang.Kami yang menerima laporan lalu melakukan penyelidikan dan kasus ini sempat viral dengan memeriksa mayat dan benar sesuai denyan ciri- ciri yang ada.Selanjutnya, 4 pelaku berhasil kami tangkap dan lima lainnya masih kami cari,” pungkasnya

Akibatnya perbuatannya, para pelaku dijerat dengan Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP, Pasal 365 KUHP serta Pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman penjara mati atau seumur hidup. 

0Shares

Check Also

Korban Mutilasi di Apertemen Kalibata City Seorang Manager Perusahaan Kontraktor

Rilisnews Jakarta – Penghuni Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan tiba-tiba gempar dengan ditemukan nya  Sosok …