Home / Hukum / PENGADILAN KOTA TANGERANG GELAR SIDANG LAPANGAN TERKAIT SENGKETA LAHAN

PENGADILAN KOTA TANGERANG GELAR SIDANG LAPANGAN TERKAIT SENGKETA LAHAN

Rilisnews Tangerang – Permasalahan sengketa lahan yang sudah beberapa kali di sidangkan di Pengadilan Negeri Kota Tangerang masih terus bergulir.Kali ini gelar Sidang di laksanakan tepat di lokasi  lahan yang menjadi peta komplik para pihak. 

Sidang lapangan yang di gelar oleh majelis Hakim Pengadilan Negri kota Tangerang atas gugatan terhadap tergugat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Rawa Kucing atas perkara tanah yang menjadi objek perkara oleh penggugat Jaro Nursaid jum’at (18/9/2020).

Sidang lapangan yang di mulai pukul 09.30 wib tersebut dihadiri oleh puluhan warga dan di hadiri oleh Camat Neglasari, Trantib kecamatan Neglasari, Lurah Kedaung Wetan serta petugas Aset.

Dalam perkara tersebut pihak penggugat berjumlah 5 orang yang diwakili oleh Nursaid.Dan Nursaid merasa dirugikan atas penggusuran tersebut.Nursaid cs menuntut ganti rugi atas lahan yang di claim nya hingga 1,2 T, sebab menurutnya tanah dan bangunan tersebut miliknya.

Dalam sidang lapangan tersebut, Hakim menjelaskan bahwa sidang tersebut mau melihat objek lokasi tanah yang menjadi resque persengketaan, di awali dari Luas, lebar dan batas-batas tanahnya. Pihaknya juga dalam sidang tersebut sebelumnya memberitahukan kepada penggugat dan tergugat agar tidak ada perdebatan. jika nanti masing-masing pihak ada yang merasa keberatan akan dicatat oleh majelis.

Saat di buktikan pihak tergugat DLH bahwa tanah yang di claim pihak tergugat memang tanah kuburan milik pemerintah  yang telah bersertifikat yang diperlihatkan kepada majelis hakim berikut peta Bidang dari badan pertanahan Nasional (BPN).

Di lain pihak, Dinas Lingkungan Hidup yang di wakili oleh Diding, menyatakan pihaknya akan terus melakukan upaya perlawanan  sebab pihaknya memiliki kelengkapan alas dari surat-surat tanah dan objek tanah yang di gugat oleh penggugat telah bersertifikat.

“sebab musabab yang menjadi keberatan kami adalah karena penggugat tidak memiliki alas hak yang jelas, dan kami telah konfirmasi kepada kelurahan dan kecamatan, pelepasan alas hak tanah yang mereka gugatkan tidak teregister baik dikelurahan maupun dikecamatan sebagai PPATS, makanya kami berani menghadapi itu karena tanah kami sudah bersertifikat,”tutur Diding.

Diding menambahkan bahwa penggusuran itu ada  dasar nya, yaitu permohonan warga kelurahan Kedaung Wetan, Kedaung baru dan Neglasari, mereka memohon untuk proses pembuangan sampah yang dilakukan oleh Jaro Said yang memang mengganggu aktifitas kuburan warga keturunan  yang memang dari 37 kuburan sudah hilang akibat aktifitas rutin dari Jaro Said yang melakukan pembuang sampah dari luar daerah Kota Tangerang.

“Untuk itu kita akan melakukan perlawanan dengan segala upaya. Kami akan membantah semua gugatan dari si penggugat,” kata Diding.

Di lain pihak, warga keturunan meminta melalui pihak pemerintah maupun pihak terkait karena kuburan keluarga keturunan telah hilang dan sekarang menjadi tumpukan sampah, dimana hingga saat ini belum ada  solusi yang bisa di terima oleh keluarga keturunan Tionghoa tersebut.

Menurut warga keturunan yang leluhurnya di kebumikan di lahan tersebut, bahwa mereka merasa di rugikan karena Jaro Said yang buka usaha lapak di atas lahan kuburan warga keturunan tanpa izin, sehingga ber dampak terhadap kuburan keluarga nya, terutama sampah yang ber tumpuk-tumpuk yang mengubur makam keluarga warga keturunan.

Dari dua sudut pandang mata, gugatan lahan oleh penggugat dan tergugat,ber imbas ada kerugian warga keturunan yang lahan kuburan yang di jadikan objek usaha oleh Jaro Said yang sudah berlangsung sekian lama itu semestinya  menjadi tolak ukur pihak pemerintah untuk ambil tindakan demi kepentingan bersama dan masyarakat banyak pada umumnya.

        (Syams 007)

0Shares

Check Also

Sidang Sarang Burung Walet, Pengacara Termohon Ditertawakan Pengunjung

Rilisnews Jakarta –  Sidang lanjutan tentang perkara sarang burung walet yang melibatkan PT Fortune Nestindo Sukses …