Home / Pendidikan / Terkait Dana BOS Afirmasi, Diduga KEPALA SEKOLAH REKAYASA SPJ DANA BOS

Terkait Dana BOS Afirmasi, Diduga KEPALA SEKOLAH REKAYASA SPJ DANA BOS

Rilisnews, Tangerang – Banyak cara yang di lakukan oleh Kepala Sekolah atau pemangku kepentingan dan kebijakan untuk mengakali anggaran pendidikan, khususnya dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang mengalir ke Sekolah – Sekolah penerima program BOS.

Hal ini terjadi di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Karang Tengah 3, jalan H.Mean nomor 63, Kelurahan Karang Timur, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang. Diduga Kepala sekolah berinisial NN, di duga rekayasa surat laporan pertanggung jawaban (SPJ) dana BOS akhir tahun 2020 ini.

Adapun dugaan rekayasa SPJ dana BOS sekolah tersebut, saat NN memberikan keterangan penggunaan dana BOS afirmasi dan dana BOS reguler kepada awak media Rilisnews dan beberapa awak media lainnya, Jum’at, (18/12/20).

Kepala Sekolah SDN Karang Tengah 3 menyebutkan bahwa dana BOS afirmasi digunakan untuk belanja dasar, seperti: laptop, locker, desifektan dan lain lain, total anggaran pas tidak kurang dan tidak lebih sebesar Rp 60.000.000 juta, sesuai jumlah yang di dapat dari ketentuan dana BOS Afirmasi, superrr sekali..!.

Saat awak media kembali menanyakan ke Kepala Sekokah, tentang mana Surat Laporan Belanja (SLB) dan kwitansi bukti pembelian barang, sontak Kepala Sekolah kaget dan memerintahkan staf sekolah untuk buru-buru membuat catatan ringan (tulisan bolpoint- red) di kertas dan bukan copy shoft resmi yang sesuai di kirim ke korwil. Dana BOS reguler digunakan untuk operasional sekolah dan pembelian
CCTV untuk sekolah tersebut.

NN, Kepala Sekolah SDN Karang Tengah 3 saat dikonfirmasi oleh Media.

“Dana BOS afirmasi sudah kita belanjakan laptop, locker, desifektan dan lain lain. Sedangkan dana BOS reguler digunakan untuk operasional sekolah dan pembelian
CCTV untuk sekolah, “ungkap NN.

Masih menurut dia, bahwa sekolahnya sudah diperiksa pihak Inspektorat, dan saat pemeriksaan tidak ada masalah.

“Jika mau lebih jelas, silahkan konfirmasi dan tanyakan langsung ke korwil pendidikan Kecamatan Karang Tengah, agar lebih jelas mas, ”ucapnya.

Dan anehnya lagi, saat awak media menanyakan CCTV yang di beli dari uang negara di pasang dimana? NN tidak dapat menunjukan posisi CCTV yang di pasang dan memang tidak ada yang di pasang CCTV yang di sebutkan sudah di beli dengan dalih belum dipasang. Dan seketika wajah NN berubah merah, seperti orang merasa bersalah.

Dan seharusnya untuk pembelian alat atau prasarana sekolah harus ada kwitansi asli dan pengadaan alat yang tidak fiktif. Ini bertujuan agar tidak disalahgunakan atau anggaran tersebut tidak di mark-up.

Semestinya, pengelolaan dana BOS Reguler, BOS Afirmasi serta BOS Kinerja harus mengedepankan prinsip fleksibilitas, efektifitas,efisiensi serta transparasi.

(Syams 007/Rob)

0Shares

Check Also

KEPSEK SDN 01 BANJAR MASIN DIDUGA KUAT GELAPKAN DANA PIP 2019

Rilisnews Way kanan Lampung – Oknum Kepala Sekolah SDN 01 Banjar Masin Kecamatan Baradatu Kabupaten …