Home / Tangerang / SEKRETARIS HUMAS RSUD KABUPATEN TANGERANG: PERATURANNYA HARUS MENUNJUKAN SWAB TES PCR

SEKRETARIS HUMAS RSUD KABUPATEN TANGERANG: PERATURANNYA HARUS MENUNJUKAN SWAB TES PCR

Rilisnews, Tangerang – Merujuk pada system regulations in health agencies and government regulation terkadang tidak selalu terkomsumsi sesuai dengan kondisi pragmatis.

Sebab setiap peraturan tidak selalu menjadi acuaan untuk semuan point menjadi positif, masih ada celah untuk pengecualian.

Contohnya apa yang terjadi di RSUD Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Pihak Rumah Sakit menolak menangani pasien yang di duga cukup parah luka – lukanya akibat korban tabrak lari di wilayah Rt 003/Rw 008, Desa Bencongan, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang.

Korban atas nama Gusti Puja Kurnia (28) ini di tabrak oleh sebuah minibus pada Kamis dini hari (11/2/21) di Perumnas 1,Kota Tangerang.

Gusti Puja Kurnia, Korban tabrak lari

Dalih yang tersampaikan oleh pihak Rumah Sakit dengan alasan menolak pasien karena di wajibkan untuk menyertakan hasil negative swab test PCR terlebih dahulu.

Padahal sebelumnya, Hendi salah satu staf humas RSUD Kabupaten Tangerang mengatakan, pasien hanya perlu membawa bukti hasil tes Negative Covid-19 , bukan swab PCR.

“Maaf sebelumnya, karena memang ada aturan baru dirumah sakit sekarang ini, jadi pasien non Covid-19 harus membawa bukti hasil tes negative Covid-19 baru bisa ditangani di ruang IGD sistemik atau non Covid, silahkan pasien untuk menjalani tes Covid-19. Paling 2 atau 3 jam hasilnya bisa keluar,” urai Hendi, kepada awak media di ruang pengaduan konsumen RSU Kabupaten Tangerang, (11/02/2021).

Atas arahan Hendi, pasien di bawa dan menjalani Rapid Tes Covid-19 di Klinik Citra Husada, dan hasilnya si pasien tersebut menunjukan negative Covid-19, lalu keluarga membawa pasien ke ruang IGD untuk mendapat tindakan mengingat kondisi yang semakin kritis akibat luka dibagian mulut dan rahang.

Dan pihak Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Tangerang tak bersedia melayani pasien dengan dalih, harus mencantumkan hasil tes swab PCR.

Sementara itu Kami bukannya tidak bersedia untuk melayani pasien, Sekretaris bidang Humas RSUD Kabupaten Tangerang, Lili mengatakan “Kami tidak berani melakukan tindakan di luar dari peraturan yang ada, karena memang sudah aturannya harus menunjukan swab tes PCR,” kata Lili.

Di tempat terpisah, Supriyanta yang merupakan keluarga pasien, kecewa dengan pelayanan RSU Kabupaten Tangerang, harusnya pihak Rumah Sakit mengambil tindakan terlebih dahulu kepada pasien.

“Kami dari keluarga pasien sangat menyesalkan pihak rumah sakit umum Tangerang tak memberikan tindakan, harusnya dalam keadaan darurat di tindak dulu dong, apa lagi pasien dalam kondisi kritis dan mengeluarkan banyak darah. Kesampingkan dululah aturan dan prosedur, ini bicara nyawa manusia, “umpatnya dengan nada kesal.

Selanjutnya pihak keluarga memutuskan untuk membawa pasien Gusti ke RSUD Kota Tangerang. Di sana pasien justru langsung mendapat penangangan intensif dari pihak RS.

Ironis, pasien Gusti yang sebetulnya bertempat tinggal di Kabupaten Tangerang, justru ditolak oleh pihak RSU Kabupaten Tangerang dengan alasan harus mencantumkan hasil negative swab PCR.

Sebaliknya di RSUD Kota Tangerang yang bukan domisili pasien langsung memberikan tindakan, tanpa ada syarat apapun.

Ini yang mengartikan tidak srlalu peraturan selalu di depan, kadang kebijakan bisa menjadi inspiratif dan alternatif untuk membuat nyawa seseorang bisa tertolong dari hal – hal yang buruk.

(Syams 007)

0Shares

Check Also

JOB FAIR DI KOTA TANGERANG SEDIAKAN 1000 LOWONGAN PEKERJAAN

Rilisnews, Tangerang – Untuk memperingati HUT Kota Tangerang yang ke 28 tahun 2021 mendatang akan …